Krisis Global, Jepang Terkena Imbas
15.47 | Author: Islam Idiologi
Perekonomian Jepang tercatat terburuk selama triwulan pertama tahun ini, dengan Produk Domestik Bruto menyusut 4%.

Penurunan ini merupakan keempatkalinya, melanjutkan kemerosotan 3% pada bulan Oktober-Desember.

Tetapi para ekonom memperkirakan pertumbuhan akan terjadi dalam bulan-bulan mendatang setelah terjadi sedikit peningkatan produksi pada Maret lalu.

Negara dengan pertumbuhan ekonomi kedua terbesar di dunia ini, sangat mengandalkan ekspor produk, terguncang akibat penurunan ekonomi global.

Wartawan BBC di Tokyo Roland Buerk melaporkan, pembelian mobil dan barang-barang elektronik produk Jepang oleh konsumen berbagai negara tercatat sangat sedikit.

Penurunan terakhir ini merupakan yang terbesar sejak 1955.

Kondisi ini nampak dari angka perekonomian tahunan yang turun sekitar 15,2%, dibanding dengan 6,1% penurunan di AS yang terjadi pada periode yang sama.


sumber : hizbut-tahrir

A-H1N1 yang Mewabah Termasuk Virus Baru
15.44 | Author: Islam Idiologi
SEMARANG — Pakar mikrobiologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Widya Asmara, menyatakan, virus A-H1N1 penyebab flu babi yang saat ini berkembang dan menyebabkan wabah di Meksiko merupakan virus baru.


"Virus tersebut kemudian memang dinamakan dengan virus A-H1N1, namun sebenarnya merupakan hasil pencampuran genetik beberapa virus influenza," katanya seusai seminar "Antisipasi Pencegahan Penyebaran Flu Babi" di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Selasa (19/5).

Ia mengatakan, sebelumnya virus A-H1N1 memang endemi pada populasi babi dan manusia. Namun, dampaknya tidak seganas seperti virus A-H1N1 yang saat ini berkembang.

"Virus ini dikenal dengan nama virus A-H1N1 ’klasik’, dan gejalanya seperti influenza biasa. Namun, setelah enam hari biasanya penderita langsung pulih," kata Guru Besar Mikrobiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UGM tersebut.

Adapun, kata dia, virus A-H1N1 yang saat ini berkembang menjadi wabah merupakan virus baru, meskipun tidak sepenuhnya baru karena hasil gabungan genetik berbagai virus, di antaranya virus influenza Amerika, virus influenza Eurasia, dan virus influenza unggas.

Menurutnya, virus H1N1 yang menyebabkan flu babi tidak mewabah pada babi, tetapi justru mewabah pada manusia.

"Sebab, seperti yang terjadi di Meksiko, wabah penyakit flu babi muncul tanpa didahului wabah serupa yang menjangkiti peternakan babi di sana," katanya.

Dengan kata lain, wabah virus tersebut tidak ditemukan di peternakan babi sehingga sampai saat ini keberadaan babi di peternakan tidak perlu dikhawatirkan, khususnya di Indonesia. Demikian dikatakannya.

Ia mengatakan, flu babi justru berpotensi besar menular lewat manusia sehingga yang harus diwaspadai adalah manusia yang tertular virus tersebut.

"Apabila ada manusia yang tertular, bisa berpotensi menularkannya kepada manusia lain atau menularkannya pada babi," katanya.

Kalau babi sudah tertular, maka kemungkinan virus menyebar semakin besar, seperti pada kasus flu burung. "Sebab, tindakan yang dilakukan saat itu sudah terlambat," katanya.

Oleh karena itu, ia mengingatkan, sebaiknya pemerintah berupaya keras untuk mencegah masuknya virus flu babi ke Indonesia dan tetap waspada walaupun virus tersebut belum masuk.

Selain itu, masyarakat (pengonsumsi daging babi) juga harus diberi pengertian bahwa babi-babi yang ada di Indonesia masih layak konsumsi karena tidak tertular virus A-H1N1.

"Terlebih lagi, Indonesia juga tidak pernah mengimpor babi dari luar negeri, namun justru mengekspor babi ke negara lain, seperti ke Singapura," katanya.


sumber : kompas.com

Mendengar kata cacing, tentu pikiran kita akan membayangkan binatang yang bulat panjang tanpa tulang yang hidup di tempat kotor. Sudah barang tentu kita juga sudah tahu macam macam cacing baik cacing yang hidup di tanah yang biasa digunakan sebagai umpan maupun cacing yang hidup di air.

Cacing yang hidup di tanah disamping bisa digunakan sebagai umpan, juga sangat membantu pak tani dalam menggemburkan tanah pertanian.

Sayangnya ada saudaranya cacing tanah yang doyan hidup di dalam usus manusia. Karena cacing merupakan salah satu makhluk hidup yang harus makan untuk mempertahankan hidupnya, maka di dalam perut pun cacing ini akan makan segala hal yang bisa dimakan.

Sebenarnya cacing pada manusia pun banyak jenisnya, ada cacing gelang, cacing pita dan cacing pipih. Tapi yang kita bahas disini adalah cacing gelang karena kasusnya paling banyak diantara infeksi cacing yang ada.

Baiklah, sekarang kita bahas satu satu :

1. Cacing Perut (Askariasis)


Biasanya disebabkan oleh keluarga cacing Askaris lumbricoides yang merupakan cacing yang paling sering menginfeksi manusia. Cacing dewasa hidup di dalam usus manusia bagian atas, dan melepaskan telurnya di dalam kotoran manusia.

Infeksi pada manusia terjadi melalui jalan makanan yang tercemar oleh kotoran yang mengandung telur cacing. Telur yang tertelan akan mengeluarkan larva. Larva ini akan menembus dinding usus masuk ke aliran darah yang akhirnya sampai ke paru paru lalu akan dibatukan keluar dan ditelan kembali ke usus. Penyakit yang timbul dari infeksi ini antara lain anemia, obstruksi saluran empedu, radang pankreas dan usus buntu.


2. Cacing Kremi (Enterobiasis)


Cacing yang memegang peranan disini adalah Enterobius vermikularis yang sering banget terjadi pada anak kecil. Cacing dewasa akan tinggal di usus besar. Cacing betina yang akan bertelur meninggalkan usus besar menuju anus yang merupakan tempat bertelur yang paling ideal.

Saat inilah si anak akan menangis karena lubang anusnya gatal. Secara kasat mata, cacing ini akan terlihat sebesar parutan kelapa disekitar lubang anus.

Transmisi cacing ini seperti halnya cacing perut masuk langsung melalui mulut baik dengan perantara makanan maupun dimasukan secara tidak sengaja oleh penderita yang habis menggaruk lubang anusnya yang gatal. Sehingga pada anak anak sering terjadi reinfeksi akibat tindakan itu.


3. Cacing Tambang


Paling sering disebabkan oleh Ancylostoma duodenale danNecator americanus. Cacing dewasa tinggal di usus halus bagian atas, sedangkan telurnya akan dikeluarkan bersama dengan kotoran manusia.

Telur akan menetas menjadi larva di luar tubuh manusia, yang kemudian masuk kembali ke tubuh korban menembus kulit telapak kaki yang berjalan tanpa alas kaki.

Larva akan berjalan jalan di dalam tubuh melalui peredaran darah yang akhirnya tiba di paru paru lalu dibatukan dan ditelan kembali. Gejala meliputi reaksi alergi lokal atau seluruh tubuh, anemia dan nyeri abdomen.


4.Cacing Cambuk (Trichuriasis)


Cacing dewasa akan tinggal di usus bagian bawah dan melepaskan telurnya ke luar tubuh manusia bersama kotoran. Telur yang tertelan selanjutnya akan menetas di dalam usus halus dan hidup sampai dewasa disana. Gejala yang timbul pada penderita cacing cambuk antara lain nyeri abdomen, diare dan usus buntu.

Cara pencegahan sebenarnya cukup simpel yaitu kita harus menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan terutama dalam penyajian makanan. Dalam membeli makanan, kita harus memastikan bahwa penjual makanan memperhatikan aspek kebersihan dalam mengolah makanan. juga secara teratur minum obat anti cacingan

Jika salah satu anggota keluarga/orang disekitar kita yg lama contack dengan kita mengalami cacingan maka sebaiknya seluruh anggota keluarga mengkonsumsi obat cacing, karena sangat mungkin parasit ini menyebar cepat ke tubuh yg laen, dan perhatikan hewan peliharaan anda terjaga juga kebersihannya.


sumber : apakabardunia.com