
Sekarang ini sudah tidak menjadi sebuah realitas yang diperselisihkan bahwa ummat sudah merindukan penerapan Syariat Islam melalui bentuk kekhilafahan. Karena Sistem Khilafah telah menjadi suatu bukti yang sangat valid dan solid terhadap kerinduan tersebut. Saat ini juga telah terbukti bahwa Allah Swt telah mengembalikan kerinduan dan keinginan dalam hati sanubari ummat Islam di seluruh dunia. Hal ini ditandai dengan usaha ummat Islam untuk mengembalikan diberlakukannya aturan Islam dalam kehidupannya. Diantara mereka itu bahkan telah mengabdikan dan mendedikasikan seluruh waktunya bahkan seluruh kehidupannya untuk meninggikan Agama yang Agung ini. Mereka tanpa pamrih berjuang untuk penegakkan Syariat Islam, bekerja untuk penegakkan Islam demi tujuan mulia yaitu mendapatkan ridla Allah Swt.
Mengetahui sebelum beraksi.
Perkara penting yang harus diingat bagi para pengemban dakwah adalah wajibnya bagi mereka mengikuti risalah yang dibawa Rasulullah saw. Itu bisa dilakukan jika mereka memiliki ilmu mengenai risalah tersebut.
Tentu sangat disayangkan jika ada pengemban dakwah yang berbuat tanpa diikuti ilmu. Sejarah telah mencatat, pergerakan kebangkitan yang patriotik melawan penjajah hanya terbatas untuk mengusir penjajah semata, pada saat yang sama mereka juga menerapkan contoh keghidupan sekular bahkan menyesuaikan sekularisme tersebut dengan pola kehidupannya. Bukan meninggalkan bahwan menelanjangi keburukannya. Saat ini juga kita melihat, dibawah bendera Islam beberapa pemerintahan ummat memimpin dengan gaya “percobaan” pada penerapan syaraiat islam, dengan tujuan kemaslahatan, sehingga timbul adaptasi dan kompilasi hukum Islam. Bukan semata-mata ketundukan walaupun Al Qur’an dan Sunnah, walau dalam telah banyak kitab telah menunjukkan detail bagaimana penerapan syarait Islam tanpa terkontaminasi dengan pemikiran berbahasa yaitu sekularisme dan kapitalisme.
Yang jelas Islam telah menempatkan Ilmu dan pemikiran sebagai prasyarat terhadap suatu perbuatan, sehingga hal ini bisa memastikan bahwa perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang benar dan shahih yang sesuai dengan Syariat Islam yang benar untuk meraih tujuan yang Mulia.
Pertanyaan berikutnya adalah – jenis Ilmu seperti apa yang dibutuhkan?
Berikut beberapa hal yang patut di pahami dan dikuasi bagi para pengemban dakwah:
i. Meraih pemahaman Islam dan konsep-konsep dasarnya.
Konsep dasar pemahaman Islam harus dimulai dari Aqidah (keyakinan). Karena Aqidah harus menjadi dasar dari seluruh perbuatan yang benar. Seorang muslim harus meyakini asas Islam, karena struktur yang benar terletak kekuatan dan pondasi yang solid. Kita telah menyaksikan -dengan kesedihan yang mendalam- saat dimana orang-orang hebat dengan kekuatan yang besar berbuat hanya dan untuk tujuan Islam. Akan tetapi kemudian meninggalkan aktivitasnya tersebut kepada orang yang lain dengan fondasi agama yang lemah sehingga berikutnya yang mereka miliki hanyalah semangat dan keinginan daripada pengetahuan yang didengungkan. Sehingga menimbulkan efek yang justru menjadi bumerang bagi agama Islam itu sendiri.
ii. Memahami Aturan Syariat.
Islam telah mewajibkan bagi seorang muslim untuk memahami hukum syara menyangkut perbuatan-perbuatannya. Jadi seorang muslim harus menyadari, mengetahui dan memahami kewajiban-kewajibannya. Adalah keliru jika seorang pengemban dakwah, tidak menerapkan syariat Islam dalam kehidupan pribadinya. Sekali lagi kita dapat menyaksikan banyak pengemban dakwah yang membuka diri dan bangga dengan kultur asing. Media yang sangat melenakan seperti film, sinetron dan musik, bahkan dengan hal-hal yang sepele yang mengadopsi kultur Asing yang memang sangat manusiawi untuk dilakukan oleh seorang manusia. Dalam memahami aturan syariat, seseorang siapapun itu harus menyakini hal tersebut secara utuh tidak membatasi batasan hanya untuk sebahagian saja. Karena hal tersebut justru dapat menjerumuskannya. Seharunya aturan Islam yang digali, dipelajari dan dipahami untuk dilaksanakan atau diambil sepenuhnya, secara menyeluruh..
iii. Untuk memahami poin-poin utama dari system kufur.
Rasulullah saw mengetahui pemikiran-pemikiran orang kafir Quraish sehingga beliau mampu mengupkapkan kekeliruan tersebut dan berdakwah untuk menentang mereka. Allah Swt juga mendorong kita untuk hal tersebut. Banyak peristiwa yang telah digambarkan dalam al-Qur’an yang menunjuk pada penyangkalan yang ada terhadap kaum musyrik. Untuk itu seorang muslim harus mewaspadai ideologi yang dominan, sekuralisme, kapitalisme serta komponen-komponennya karena berbeda dengan ideologi Islam. Mengatahui perbedaan tersebut membutuhkan lebih dari sekedar pemahaman yang dangkal dan menjadi suatu anggapan umum yang tidak meyakinkan. Allah Swt telah mengingatkan kita dalam firmanNya:
قُلْ هَـذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاْ وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللّهِ وَمَا أَنَاْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.[QS Yusuf 12]: 108]
Dalam ayat tersebut Allah Swt telah memerintahkan untuk menggali ilmu secara tepat. Saat ini kita kita dipaksa untuk memahami globalisasi, demokrasi, kebebasan, dialog lintas agama, dan sekularisme diantara banyaknya ide-ide lain yang cacat, padahal hal tersebut tidak boleh diadopsi oleh ummat muslim.
iv. Pengetahuan yang benar pada pengemban dakwah Islam.
Bila seorang muslim mempelajari Islam secara benar dia akan menemukan bahwa Islam telah ditempatkan oleh fuqaha dengan otoritas yang benar. Ini sebagai bagian paling penting untuk menjaga aturan-aturan Islam dan kaum muslim. Keharusan ini juga akan dirasakan ketika otoritas para pangemban dakwah tidak berada pada posisinya unutk mengembalikan kehidupan islami tadi. Otoritas yang benar adalah Khilafah untuk penegakan Islam. Rasulullah Saw Bersabda:
كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمْ الْأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُونَ قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ فُوا بِبَيْعَةِ الْأَوَّلِ فَالْأَوَّلِ أَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ
“Sesungguhnya tidak akan nabi setelahku, lalu akan ada para khilafah hingga jumlah mereka banyak.” Mereka bertanya,” Apa yang Anda perintahkan kepada kami?” Nabi saw. Menjawab,” Tunaikanlah bai’at khalifah yang pertama saja, dan yang pertama. Berikanlah kepada mereka haknya, karena Allah nanti akan menuntut pertanggungjawaban mereka atas rakyat yang diurusnya” (HR Bukhari dari Abu Hurairah).
Jadi jalan yang paling benar untuk penerapan Islam secara menyeluruh adalah Khilafah. Ini artinya untuk mengembalikan aturan Islam secara menyeluruh, caranya adalah dengan jalan politik yang mana berikutnya adalah dibutuhkan pemahaman Islam melalui partai politik
Pendek kata, setiap insane muslim harus mempelajari, mencari dan menggali pengetahuan Islam secara terus menerus dan harus selalu berusaha keras meningkatkan mutu pemahamannya.
Mengemban Dakwah
Jika seorang muslim telah mendapatkan pengetahuan yang benar maka dia harus segera melaksanakan pengetahuannya tersebut secepatnya. Ilmu ini tidak akan bermanfaat bagi manusia bagaimanapun dia mendapatkannya dan bagaimana faqih dirinya. Hukum syara telah mengatakan bahwa hal yang paling esensial dalam penegakkan Islam dan mengembalikan khilafah adalah mengemban dakwah, yaitu mengajak manusia untuk menerapkan Islam.
Allah Swt berfirman:
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik (QS al-Nahl [16]: 125).
Islam juga telah memberikan perintah bahwa dakwah adalah wajib dan harus dilaksanakan segera setelah mempunyai ilmunya. Tidak pernah ada dalam sejarah Islam bahwa dakwah adalah berdiam diri dirumah setelah mengetahui pengetahuan Islam. Kalau kita menilik beberapa riwayat para sahabat (ra) adalah bukti dalam hal ini. Rasulullah saw telah mengingatkan dalam sabdanya:
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
Sampaikan apa saja yang dariku walaupun itu hanaya satu ayat (HR al-Bukhari, al-Tirmidzi, dan Ahmad dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash).
Berikut adalah beberapa hal yang dibutuhkan penting untuk selalu dicamkan dalam benak dan pemikiran seorang pengemban dakwah:
Dakwah harus fokus.
Seorang muslim harus mengungkapkan dakwah secara jelas, terus terang, dan tidak ditutu-tutupi. Kita sadari ketiadaan khilafah menjadikan dakwah ini lemah dan tidak terus terang. Untuk itu Islam membutuhkan gerbong dakwah untuk menuntaskan permasalahan ini. Ummat islam harus mengungkapkan rencana jahat pihak asing terhadap kelangsungan negeri ini, para agent mereka telah menerapakan ideologi yang rusak yang membuat jarak antara sesama muslim dari kesatuan ummat Islam. Ummat Islam harus menyadari dan memahami bahwa konsep tentang nasionalisme, pragmatisme yang yang salah telah diterapkan secara terencana dan berkesinambungan sehingga ummat menyukai hal ini.
Dakwah seharusnya ditujukan untuk pengabdian kepada Allah Swt.
Seorang pendakwah dakwah seharusnya tidak mencari keuntungan baik atas harta maupun kedudukan dari dakwah yang dibawakannya. Akan tetapi hanya untuk kepentingan Allah semata. Prinsip ini harus sangat dipahami dan tidak boleh terpisahkan dari kehidupan serta keyakinan, dan tidak boleh sekejap pun berubah hanya karena bujukan manusia atau yang lainnya.
Tidak mencampurkan dakwah dengan ide bathil
Rasulullah saw telah memberikan contoh yang sangat gamblang bahwa beliau menyampaikan risalahnya tanpa mengikuti rasa egois beliau ke dalam dakwahnya. Namun beliau berdakwah murni karena perintah Allah Swt.
Panggilan dakwah harus diemban tanpa kompromi.
Tidak dibolehkan sama sekali untuk merubah pesan, isi atau materi dakwah yang disampaikan Rasulullah saw demi menyenangkan seseorang atau sekelompok orang, atau untuk mendapatkan dukungan. Dakwah harus jujur, terus terang dan gamblang namun harus disampaikan secara bijak, menggunakan tutur kata yang tepat dan cara yang enak untuk disampaikan tapi tidak merubah isinya. disampaikan dengan benar serta jujur. Terlebih dakwah tidak boleh sama sekali disampaikan dengan mencampurkan dengan ide-ide barat atau di pengaruhi ideologi asing. Dakwah harus disampaikan secara murni dan jernih yang datang dari Islam.
Pengemban Dakwah harus siap menghadapai cobaan dan godaan.
Satu-satunya jalan untuk menghadapi hal ini adalah ilmu benar atas ide-ide penting Islam seperti Qada’ dan Qadr, rizki datangnya hanya dari Allah Swt, atau tawakal (bergantung hanya kepada Allah Swt). Para Pengamban dakwah juga haruslah melengkapi diri mereka dengan pengetahuan mengenai riwayat Rasul-Rasul terdahulu beserta sahabat-sahabatnya dan bagaimana mereka menghadapi banyak kesulitan sehingga akhirnya mereka harus mendekat kepada Qur’an satu-satunya yang memiliki kemampuan untuk memotivasi, menginspirasi dan member kekuatan.
Bekerja bersama Partai Islam
Allah Swt telah mewajibkan dakwah bagi setiap Muslim. Allah Swt juga telah mewajibkan pada ummat untuk mendirikan setidaknya satu golongan yang menyeru kepada kebaikan yaitu Islam, untuk menyeru kepada yang ma’ruf (semua yang baik) dan mencegah yang munkar (semua yang buruk). Allah Swt berfirman:
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
” Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” [Al-Imran: 104]
Ayat ini mewajibkan bagi setiap ummat Islam untuk membentuk satu kelompok. Tugas ini akan efektif maka dibutuhkan usaha bersama. Lebih jauh Rasul saw bertugas bersama para sahabat sebagai satu kelompok untuk merubah masyarakat kufur dan menggantinya menjadi masyarakat yang Islami.
Ada beberapa poin untuk dipertimbangkan sebelum memilih kelompok atau kelompok-kelompok yang benar untuk memastikan bahwa usaha yang diambil adalah dengan penuh kesadaran. Dengan segala usaha ini, Allah Swt akan mencatat kapatuhan kita pada-Nya dan dengan demikian memilih kelompok mana saja tidak diperbolehkan, dibandingkan kelompok atau kelompok-kelompok yang memenuhi kewajiban menurut ayat ini haruslah dipertimbangkan. Inilah beberapa poin-poin tersebut :
1. Kelompok ini haruslah kelompok Islam.
Allah Swr menyebutkan dalam ayat ini kata ‘al-khair’, yang berarti Islam. Jadi bila mereka bekelompok dalam kelompok nasionalis, demokratis, kapitalis, sosialis atau yang lainnya, mereka tidak akan memenuhi perintah dalam ayat ini. Bahkan bergabung dalam kelompok yang asasnya berasal dari ide-ide asing atau semisalnya adalah dosa, sebagaimana menyerukan ide-ide ini atau semacamnya adalah haram.
2. Kelompok ini haruslah menyerukan isu-isu penting, sebagaimana ditegaskan dalam Islam.
Isu penting saat ini adalah penegakan kembali khilafah. Sebab, khilafah yang akan menerapkan Islam. Tanpa khilafah, tidak akan mungkin bagi masyarakat dapat mentaati seluruh hukum Islam. Dengan kata lain menyerukan Khilafah adalah sebuah pekerjaan politik, sebagaimana melibatkan perubahan masyarakat untuk membangun kekuasaan dan merubah kekuasaan berasas non Islam yang ada saat ini. Jadi kelompok ini haruslah sebuah kelompok atau partai politik.
3. Kelompok ini haruslah memiliki metode yang jelas dalam keanggotaan.
Telah banyak diamati bahwa banyak kelompok yang dinodai dengan konflik, pertentangan, pertikian, dan semacamnya. Hal ini disebabkan karena para anggota dari kelompok-kelompok ini tidak miliki persamaan tujuan dan ide. Biasanya orang-orang antusias untuk memilih atau bergabung dengan suatu kelompok hanya karena mereka ingin menunjukkan bahwa mereka antusias untuk bekerja bersama-sama tapi sayangnya tanpa ide dan tujuan yang sama atau kabur.
4. Kelompok ini haruslah memiliki sebuah ‘proses pembinaan’.
Harus memiliki cara untuk membina dengan baik anggota baru dalam kelompok sebagaimana membina para anggota-anggotanya. Pembinaan ini haruslah ditangani dengan serius dan harus diikuti oleh seluruh anggota. Ini untuk memastikan mereka dibina dan dibangun dengan pembinaan Islam, memurnikan tujuan dan pemikiran mereka, membangun konsep-konsep mereka dan menguatkan keputusan mereka. Jadi semangat dan antusias awalnya dipindahkan menjadi ilmu yang bergema dan pekerjaan yang konsisten. Sangat disayangkan bahwa banyak yang memulai bekerja untuk Islam dan kemudian menghentikannya; ini dapat digolongkan sebagai kekurangan dalam pembinaan dengan Islam dalam kelompok ini.
5. Kelompok ini haruslah jelas dalam bersuara, dan tegas dalam bertindak.
Untuk menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar membutuhkan para Muslim untuk menentang yang salah dan membela yang benar.
6. Kelompok ini haruslah mempelajari fakta secara jelas dan komprehensif.
Islam memerintahkan bahwa fakta dimana kelompok ini bertugas haruslah dipahami. Termasuk juga mempelajari dengan baik pemikiran-pemikiran dan ide-ide yang ada di masyarakat juga makar-makar dan rencana-rencana kaum kafir dan agen-agen penguasa di negeri-negeri kita. Dengan hanya memiliki pemahaman umum mengenai fakta tidak akan memungkinkan masyarakat untuk memahami kenyataan mendasar dari permasalahan yang kita hadapi.
7. Kelompok ini tidak boleh merendahkan atau menyalahkan ummat karena mereka tidak mau bergabung atau atau tidak mau membela Islam.
Kelompok ini justru harus mengajak ummat untuk bangkit, menyemangati mereka, mengajak mereka untuk bangkit dari tidurnya dan mengadakan perubahan kearah yang benar.
8. Kelompok ini haruslah memiliki suasana kuat yang menyatukan para anggotanya.
Suasana ini haruslah suasana yang murni dan haruslah berdasarkan pada pencarian ridho Allah Swt. Kekuatan ide membuat seseorang bersedia untuk mengorbankan waktu dan usahanya.
Kesimpulannya adalah ketiga potin besar tersebut yaitu Ilmu, mengemban dakwah dan bergabung dengan partai Islam akan menjadi cara praktis untuk menegakkan Khilafah. Jadi sesudah ini, kami ingin mengatakan bergabunglah dengan mereka yang sungguh-sungguh/tulus untuk meraih tempat tertinggi di Jannah. Kuatkan ketetapan hati anda, untuk Ummah yang merindukan perubahan, dan perubahan ini membutuhkan usaha. Semoga usaha kita diganjar pahala yang berlipat ganda di mata Allah Swt dan semoga kita menjadi orang-orang yang dicintai Rasul saw. Beliau bersabda:
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا ثُمَّ يَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ الْغُرَبَاءُ قَالَ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ
“Islam dimulai dari sesuatu yang asing, dan akan kembali menjadi sesuatu yang asing, jadi berikan kabar gembira bagi mereka yang terasing.” Ditanyakan,”Siapakah mereka yang terasing itu, Ya Rasul Allah?” Beliau bersabda,”Mereka adalah yang memperbaiki masyarakat ketika terjadi kerusakan.” (HR Ahmad dari Abdurrahman bin Sannah).
Wal-Lâh a’lam bi al-shawâb.
Abee Ramadhani –Lajnah Tsaqafiyyah
sumber:
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/08/06/seputar-dakwah-untuk-mendirikan-khilafah/

Pada 20 - 22 Oktober lalu, PPIM (Pusat Penelitian Islam dan Masyarakat) UIN (Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah, Jakarta bekerjasama dengan La Trobe University Australia, menyelenggarakan Workshop Internasional dengan tema
“Developing Constructive Responses to Tensions in The Domestic and Regional Environtment: Dialogue Across The Cultural and Religious Divide”. Acara ini diikuti oleh sekitar 30 peserta dari Indonesia, Australia, Malaysia, Philipina dan Thailand. Dari Indonesia selain para peneliti dan dosen dari berbagai perguruan tinggi, diundang juga Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia dan wakil JIL.
Ada hal menarik, dalam pidato pembukaan yang dihadiri oleh Bill Farmer, Dutabesar Australia untuk Indonesia, Prof. Dr. Azyumardi Azra (Direktur Sekolah Pasca Sarjana, UIN Jakarta) menyatakan bahwa meski proses demokratisasi pada era reformasi di Indonesia dinilainya semakin mantap, tapi ternyata semua itu tidak secara otomatis membuat rakyat Indonesia menjadi semakin sejahtera. Karenanya, kata dia, diperlukan usaha untuk membuat demokrasi di Indonesia beriringan dengan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat.
Diskusi tentang demokrasi (dan hubungannya dengan Islam) makin hangat dalam sesi pertama yang membahas tema Islam, Democratisation Process and Political Stability in ASEAN Countries dengan pembicara Dr. Bahtiar Effendy (Dosen Sekolah Pasca Sarjana, UIN Jakarta) dan pembahas Zainudin S. Malang (Direktur Bangsamoro Centre for Law and Policy, Philipina), Chandra Muzaffar (Universiti Sains Malaysia), Waleed Aly (Monash University Australia), Noorhaidi Hasan (UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta).
Bahtiar Effendy dalam presentasinya menegaskan bahwa secara umum umat Islam tidak masalah terhadap demokrasi. Memang ada yang menolak, tapi katanya itu sedikit. Dia menyebut ada sejumlah ajaran Islam yang selaras dengan gagasan demokrasi, seperti keadilan, kesetaraan, musyawarah dan sebagainya. Chandra Muzaffar menanggapi presentasi Bahtiar Effendy dengan sangat baik. Dia mengatakan bahwa harus diakui ada dua pendapat besar di kalangan umat Islam mengenai demokrasi. Satu menerima dengan mengatakan bahwa Islam selaras dengan demokrasi seperti yang dijelaskan oleh Bahtiar. Satunya lagi menolak. Intinya gagasan demokrasi tentang kedaulatan di tangan rakyat bertentangan dengan prinsip Islam mengenai kedaulatan atau sovereignty Allah (hakimiyatullah).
Dalam sesi tanggapan, Jubir HTI Muhammad Ismail Yusanto menegaskan bahwa apa yang disampaikan oleh Pak Azra itu betul. Demokrasi memang telah memberikan jalan kepada rakyat Indonesia untuk memilih pemimpinnya secara bebas, tapi faktanya kebanyakan dari mereka tetap saja hidup miskin. Lihatlah, Indonesia yang kini memang dikenal sebagai negara demokratis sebagai buah dari gerakan reformasi pada tahun 1998, tapi meski 10 tahun reformasi telah berjalan, kebanyakan rakyat masih saja hidup dalam penderitaan. Dengan garis kemiskinan 2 dollar/orang/hari , setara dengan subsidi sapi di Eropa, masih terdapat lebih dari 100 juta rakyat Indonesia yang tergolong miskin, dengan jumlah angka pengangguran yang masih sangat tinggi. BPS menyebut 10,2% dari jumlah angkatan kerja.
Mengapa bisa begitu? Jubir HTI memberikan penjelasan lebih lanjut, meski bebas memilih pemimpin, tapi demokrasi tidak memberikan kepada rakyat hak untuk menentukan sistem apa yang harus dipakai pemimpin terpilih untuk mengatur negara, baik dalam bidang ekonomi maupun bidang-bidang lainnya. Asumsinya, perwakilan rakyat dalam parlemen akan menetapkan itu dengan sebaik-baiknya, seperti adagium “vox populei vox dei” (suara rakyat adalah suara tuhan). Tapi faktanya, tidaklah demikian. Anggota parlemen ternyata tidak selalu bekerja demi rakyat. Sangat banyak bukti, anggota parlemen menyusun undang-undang bukan demi kepentingan rakyat tapi demi partai atau kelompoknya, bahkan demi kepentingan pemilik modal dari dalam maupun luar negeri. UU Migas, UU SDA dan UU Penanaman Modal adalah sebagian contoh dari UU yang sarat kepentingan pemodal. Bahkan UU Kelistrikan telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi karena dinilai terbukti bertentangan dengan prinsip penjagaan kepentingan rakyat. Dengan undang-undang seperti itu, bagaimana bisa diharap pemerintah bekerja demi kesejahteraan rakyat?
Dalam Halqah Islam dan Peradaban yang diselenggarakan oleh DPP Hizbut Tahrir Indonesia pada 23 Oktober lalu bertajuk “Krisis Finansial Global, Tanda Nyata Runtuhnya Kapitalisme?” yang menghadirkan pembicara Rizal Mallarangeng (Direktur Freedom Institute), Ahmad Deni Daruri (Direktur CBC) dan M. Ismail Yusanto (Jubir HTI) di Media Center Jakarta yang dipadati oleh peserta hingga banyak yang tidak kebagian tempat duduk, soal fakta terjadinya krisis keuangan yang berawal dari Amerika Serikat menjadi topik diskusi hangat.
Dalam kesempatan itu, Jubir HTI menjelaskan bahwa sesungguhnya krisis finansial global itu bukanlah hal yang mengherankan. Dalam kajian Ikatan Sarjana Ekonomi Islam Indonesia, dalam 100 tahun terakhir ini telah terjadi tidak kurang dari 20 kali krisis. Ini wajar terjadi karena, dalam istilah Dr. Abdul Muhsin Thahir Sulaiman dalam kitab Ilajul Musykilah al Iqtishadiyah bil Islam (Memecahkan Problem Ekonomi dengan Cara Islam), pertumbuhan ekonomi dalam sistem kapitalis itu bersifat siklik. Artinya, ia mungkin saja tumbuh, tapi pertumbuhan yang sedang menuju puncak itu setelah mencapai puncak akan jatuh kembali. Demikian seterusnya. Mengapa? Karena pertumbuhan dalam sistem ekonomi kapitalis bukanlah pertumbuhan riil, melainkan pertumbuhan semu yang semata dipicu untuk bertambahnya uang di sektor non riil (keuangan). Pertumbuhan semacam ini sangat rentan terhadap gejolak karena sebagiannya didorong oleh kegiatan spekulasi atau judi seperti dalam kegiatan lantai bursa. Ketika terjadi sentimentnegative akibat rumor politik atau lainnya, harga saham akan dengan mudah melorot tajam seperti yang terjadi di Amerika Serikat.
Dalam konteks demokrasi, krisis finansial yang saat ini tengah melanda AS dan dampak buruknya telah menyentuh Indonesia, juga merupakan bukti nyata kelemahan demokrasi. Krisis ini telah menimbulkan kekacauan ekonomi di negara yang selama ini disebut kampiun demokrasi. Sejumlah lembaga keuangan besar, yang diantaranya telah berumur ratusan tahun, bangkrut meninggalkan tumpukan masalah. Bila dinilai dari ukuran demokrasi, kurang demokratis apa Amerika Serikat, tapi meski begitu, tetap saja ia tak terhindar dari terpaan krisis.
Dengan melihat fenomena krisis finansial di AS dan kenyataan kondisi ekonomi Indonesia, membuktikan bahwa demokrasi memang tidak secara otomatis akan menghasilkan kesejahteraan rakyat. Bahkan sebaliknya, dengan demokrasi liberal seperti yang sekarang tengah dipraktekkan di Indonesia dan Amerika Serikat, dimana untuk menggerakkan mesin politik memerlukan dana yang sangat besar sehingga peran pemilik modal menjadi sangat sentral, tak pelak lagi undang-undang atau peraturan -peraturan yang disusun oleh wakil rakyat atau kebijakan yang diambil oleh pemimpin terpilih akan cenderung berpihak kepada pemilik modal sebagai imbal jasa atas dukungan dana yang diberikan.
“Di sinilah relevansinya prinsip sovereignty belong to gods atau kedaulatan Allah dimana dengan prinsip ini sistem, perundang-undangan dan kebijakan yang diambil oleh pemimpin harus berdasar syariah”, jelas Jubir HTI lebih lanjut merespon pernyataan Azyumardi Azra tadi. Dengan syariah, pemimpin tidak bisa bekerja seenaknya. Dia harus mengacu kepada syariah dalam setiap kebijakannya, termasuk di bidang ekonomi. Sehingga alokasi sumber daya ekonomi didasarkan pada prinsip yang benar, tidak didasarkan kepada kepentingan imbal budi kepada para kapitalis pemilik modal yang telah mendukung karier politiknya. Dengan syariah, alokasi atau distribusi kekayaan akan dilakukan dengan adil. Negara melalui kebijakan dan peraturan yang didasarkan pada syariah, benar-benar akan berperan sentral dalam distribusi kekayaan kepada seluruh rakyatnya. Sumber daya alam yang notabena menurut syariah adalah milik rakyat misalnya, akan dikelola oleh negara untuk kepentingan rakyat. Tidak seperti sekarang, para kapitalis berebut melalui tangan penguasa yang telah berutang budi padanya, untuk mengeksploitasi sumberdaya alam itu. Akibatnya, hasilnya lebih banyak dinikmati oleh perusahaan swasta itu. Bukan oleh rakyat. Rakyat Indonesia yang memiliki sumberdaya alam melimpah itu tetap saja hidup miskin.
Dengan prinsip syariah, kegiatan ekonomi ribawi dan spekulasi atau judi seperti yang terjadi di lantai bursa dan perbankan konvensional tidak akan diteruskan karena praktek ekonomi semacam ini membuat ekonomi tidak pernah stabil. Juga menghasilkan ketidakadilan ekonomi. Sebagai gantinya diterapkan sistem keuangan yang benar, dimana kegiatan keuangan akan selalu berhubungan dengan sektor riil (melalui kegiatan musyarakah atau mudharabah). Sementara, mata uang kertas yang tidak mampu menyimpan kekayaan secara riil dan sangat rentan terhadap tekanan inflasi, akan diganti dengan dinar dan dirham atau mata uang yang ditopang seratus persen oleh emas berdasar nisbah syar’iy (1 dinar sama dengan 4,25 gram emas). Dengan mata uang seperti ini, kemampuan beli masyarakat akan terjaga. Sebagai contoh, harga kambing di masa nabi adalah 1 dinar. Bila 1 dinar kira-kira sama dengan Rp 1,2 juta, maka itu berarti harga kambing selama lebih dari 1400 tahun tidaklah berubah.
Penjelasan Jubir HTI seperti ini juga ketika menyampaikan materi “Aspirasi Politik Hizbut Tahrir Indonesia” dalam workshop “Muncul dan Berkembangnya Varian Keagamaan Islam Kontemporer di Indonesia: Islam, Negara Bangsa dan Globalisasi” yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan, LIPI, Jakarta, bersama Luthfie Assyaukani (JIL) pada 30 Oktober lalu. Bahwa inti asprirasi HTI adalah penerapan syariah, dan mengapa syariah harus diterapkan adalah untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat termasuk dalam menghadapi krisis ekonomi.
Ketika salah seorang peserta workshop menanyakan, bila HTI menawarkan syariah untuk solusi krisis ekonomi, apa solusi yang ditawarkan oleh JIL? Luthfie setelah berputar-putar, akhirnya menjawab tidak ada. Ia bahkan menegaskan penilaiannya bahwa kapitalisme tetaplah sistem yang terbaik. Bukan syariah.???
sumber: suara-islam.info
Perekonomian Jepang tercatat terburuk selama triwulan pertama tahun ini, dengan Produk Domestik Bruto menyusut 4%.Penurunan ini merupakan keempatkalinya, melanjutkan kemerosotan 3% pada bulan Oktober-Desember.
Tetapi para ekonom memperkirakan pertumbuhan akan terjadi dalam bulan-bulan mendatang setelah terjadi sedikit peningkatan produksi pada Maret lalu.
Negara dengan pertumbuhan ekonomi kedua terbesar di dunia ini, sangat mengandalkan ekspor produk, terguncang akibat penurunan ekonomi global.
Wartawan BBC di Tokyo Roland Buerk melaporkan, pembelian mobil dan barang-barang elektronik produk Jepang oleh konsumen berbagai negara tercatat sangat sedikit.
Penurunan terakhir ini merupakan yang terbesar sejak 1955.
Kondisi ini nampak dari angka perekonomian tahunan yang turun sekitar 15,2%, dibanding dengan 6,1% penurunan di AS yang terjadi pada periode yang sama.
sumber : hizbut-tahrir
SEMARANG — Pakar mikrobiologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Widya Asmara, menyatakan, virus A-H1N1 penyebab flu babi yang saat ini berkembang dan menyebabkan wabah di Meksiko merupakan virus baru.
"Virus tersebut kemudian memang dinamakan dengan virus A-H1N1, namun sebenarnya merupakan hasil pencampuran genetik beberapa virus influenza," katanya seusai seminar "Antisipasi Pencegahan Penyebaran Flu Babi" di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Selasa (19/5).
Ia mengatakan, sebelumnya virus A-H1N1 memang endemi pada populasi babi dan manusia. Namun, dampaknya tidak seganas seperti virus A-H1N1 yang saat ini berkembang.
"Virus ini dikenal dengan nama virus A-H1N1 ’klasik’, dan gejalanya seperti influenza biasa. Namun, setelah enam hari biasanya penderita langsung pulih," kata Guru Besar Mikrobiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UGM tersebut.
Adapun, kata dia, virus A-H1N1 yang saat ini berkembang menjadi wabah merupakan virus baru, meskipun tidak sepenuhnya baru karena hasil gabungan genetik berbagai virus, di antaranya virus influenza Amerika, virus influenza Eurasia, dan virus influenza unggas.
Menurutnya, virus H1N1 yang menyebabkan flu babi tidak mewabah pada babi, tetapi justru mewabah pada manusia.
"Sebab, seperti yang terjadi di Meksiko, wabah penyakit flu babi muncul tanpa didahului wabah serupa yang menjangkiti peternakan babi di sana," katanya.
Dengan kata lain, wabah virus tersebut tidak ditemukan di peternakan babi sehingga sampai saat ini keberadaan babi di peternakan tidak perlu dikhawatirkan, khususnya di Indonesia. Demikian dikatakannya.
Ia mengatakan, flu babi justru berpotensi besar menular lewat manusia sehingga yang harus diwaspadai adalah manusia yang tertular virus tersebut.
"Apabila ada manusia yang tertular, bisa berpotensi menularkannya kepada manusia lain atau menularkannya pada babi," katanya.
Kalau babi sudah tertular, maka kemungkinan virus menyebar semakin besar, seperti pada kasus flu burung. "Sebab, tindakan yang dilakukan saat itu sudah terlambat," katanya.
Oleh karena itu, ia mengingatkan, sebaiknya pemerintah berupaya keras untuk mencegah masuknya virus flu babi ke Indonesia dan tetap waspada walaupun virus tersebut belum masuk.
Selain itu, masyarakat (pengonsumsi daging babi) juga harus diberi pengertian bahwa babi-babi yang ada di Indonesia masih layak konsumsi karena tidak tertular virus A-H1N1.
"Terlebih lagi, Indonesia juga tidak pernah mengimpor babi dari luar negeri, namun justru mengekspor babi ke negara lain, seperti ke Singapura," katanya.
sumber : kompas.com
Mendengar kata cacing, tentu pikiran kita akan membayangkan binatang yang bulat panjang tanpa tulang yang hidup di tempat kotor. Sudah barang tentu kita juga sudah tahu macam macam cacing baik cacing yang hidup di tanah yang biasa digunakan sebagai umpan maupun cacing yang hidup di air.
Cacing yang hidup di tanah disamping bisa digunakan sebagai umpan, juga sangat membantu pak tani dalam menggemburkan tanah pertanian.
Sayangnya ada saudaranya cacing tanah yang doyan hidup di dalam usus manusia. Karena cacing merupakan salah satu makhluk hidup yang harus makan untuk mempertahankan hidupnya, maka di dalam perut pun cacing ini akan makan segala hal yang bisa dimakan.
Sebenarnya cacing pada manusia pun banyak jenisnya, ada cacing gelang, cacing pita dan cacing pipih. Tapi yang kita bahas disini adalah cacing gelang karena kasusnya paling banyak diantara infeksi cacing yang ada.
Baiklah, sekarang kita bahas satu satu :
1. Cacing Perut (Askariasis)

Biasanya disebabkan oleh keluarga cacing Askaris lumbricoides yang merupakan cacing yang paling sering menginfeksi manusia. Cacing dewasa hidup di dalam usus manusia bagian atas, dan melepaskan telurnya di dalam kotoran manusia.
Infeksi pada manusia terjadi melalui jalan makanan yang tercemar oleh kotoran yang mengandung telur cacing. Telur yang tertelan akan mengeluarkan larva. Larva ini akan menembus dinding usus masuk ke aliran darah yang akhirnya sampai ke paru paru lalu akan dibatukan keluar dan ditelan kembali ke usus. Penyakit yang timbul dari infeksi ini antara lain anemia, obstruksi saluran empedu, radang pankreas dan usus buntu.
2. Cacing Kremi (Enterobiasis)

Cacing yang memegang peranan disini adalah Enterobius vermikularis yang sering banget terjadi pada anak kecil. Cacing dewasa akan tinggal di usus besar. Cacing betina yang akan bertelur meninggalkan usus besar menuju anus yang merupakan tempat bertelur yang paling ideal.
Saat inilah si anak akan menangis karena lubang anusnya gatal. Secara kasat mata, cacing ini akan terlihat sebesar parutan kelapa disekitar lubang anus.
Transmisi cacing ini seperti halnya cacing perut masuk langsung melalui mulut baik dengan perantara makanan maupun dimasukan secara tidak sengaja oleh penderita yang habis menggaruk lubang anusnya yang gatal. Sehingga pada anak anak sering terjadi reinfeksi akibat tindakan itu.
3. Cacing Tambang

Paling sering disebabkan oleh Ancylostoma duodenale danNecator americanus. Cacing dewasa tinggal di usus halus bagian atas, sedangkan telurnya akan dikeluarkan bersama dengan kotoran manusia.
Telur akan menetas menjadi larva di luar tubuh manusia, yang kemudian masuk kembali ke tubuh korban menembus kulit telapak kaki yang berjalan tanpa alas kaki.
Larva akan berjalan jalan di dalam tubuh melalui peredaran darah yang akhirnya tiba di paru paru lalu dibatukan dan ditelan kembali. Gejala meliputi reaksi alergi lokal atau seluruh tubuh, anemia dan nyeri abdomen.
4.Cacing Cambuk (Trichuriasis)

Cacing dewasa akan tinggal di usus bagian bawah dan melepaskan telurnya ke luar tubuh manusia bersama kotoran. Telur yang tertelan selanjutnya akan menetas di dalam usus halus dan hidup sampai dewasa disana. Gejala yang timbul pada penderita cacing cambuk antara lain nyeri abdomen, diare dan usus buntu.
Cara pencegahan sebenarnya cukup simpel yaitu kita harus menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan terutama dalam penyajian makanan. Dalam membeli makanan, kita harus memastikan bahwa penjual makanan memperhatikan aspek kebersihan dalam mengolah makanan. juga secara teratur minum obat anti cacingan
Jika salah satu anggota keluarga/orang disekitar kita yg lama contack dengan kita mengalami cacingan maka sebaiknya seluruh anggota keluarga mengkonsumsi obat cacing, karena sangat mungkin parasit ini menyebar cepat ke tubuh yg laen, dan perhatikan hewan peliharaan anda terjaga juga kebersihannya.
sumber : apakabardunia.com
DENPASAR, — Indonesia diharapkan berhati-hati dalam mengolah air dengan pembiayaan dari pinjaman lembaga keuangan internasional. Hal ini untuk mengantisipasi agar Indonesia tidak terjebak pada utang dan privatisasi air.
Hal itu terungkap dalam dialog publik bertajuk "Pemenuhan Hak atas Air dan Peran Institusi Keuangan Internasional" yang diselenggarakan di Denpasar, Jumat. Hadir sebagai pembicara seorang ilmuwan lingkungan dari Sri Lanka, Hemantha Withanage, wakil Freedom from Debt Coalition (FDC) Milo Tsculing, wakil Asia Pacific Network for Food Souvereignity (AFNES), Dwi Astuti, dan profesor dari Universitas Udayana, Nyoman Sutawan.
Masing-masing pembicara saling berbagi pengalaman dan permasalahan air yang terjadi di negara mereka masing-masing. Para pembicara pada pokoknya menyatakan setuju bahwa dalam penanganan dan pengolahan air harus tetap memerhatikan hak asasi manusia, di mana air tidak dapat diperlakukan sebagai aset swasta, melainkan milik seluruh masyarakat.
"Air bukanlah aset ekonomi, tapi bagian dari hak asasi manusia dan lingkungan. Sungai juga memiliki hak sebagai sungai, tidak bisa dikuasai dan ditampung begitu saja untuk kepentingan ekonomi," kata Hemantha Withanage.
Withanage juga mengatakan bahkan pemenuhan air sangat penting, di atas berbagai hal yang terkait dengan hak asasi manusia. Karenanya, sudah sewajarnya semua negara harus menolak privatisasi air.
Sedangkan Milo Tsculing menuding privatisasi air yang terjadi di Manila tidak mambawa kebaikan apa pun, bahkan menjebak Filipina dalam jurang utang yang lebih dalam. "Dapat saya katakan privatisasi air di Manila ternyata tidak sesuai dengan keinginan bahkan memperburuk keadaan di Manila. Bahkan membuat Filipina terjebak pada utang-utang baru dari lembaga keuangan internasional," papar Milo Tsculing.
Dialog publik ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, debt-WatchIndonesia, Aliansi Rakyat Untuk Citarum, Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air (KruHA), dan Asia Pacific Network for Food Souvereignity (APNFS).
sumber : kompas.com
Selama ini kita mengenal sumur Zamzam dari buku-buku agama. Namun sebenarnya ada sisi ilmiah saintifiknya juga looh. Cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang air adalah hydrogeologi.

Sumur Zamzam
Khasiat air Zam-zam tentunya bukan disini yang mesti menjelaskan, tapi kalau dongengan geologi sumur Zam-zam mungkin bisa dijelaskan disini. Sedikit cerita Pra-Islam, atau sebelum kelahiran Nabi Muhammad, diawali dengan kisah Isteri dari Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang mencari air untuk anaknya yang cerita. Sumur ini kemudian tidak banyak atau bahkan tidak ada ceritanya, sehingga sumur ini dikabarkan hilang.
Sumur Zam-zam yang sekarang ini kita lihat adalah sumur yang digali oleh Abdul Muthalib kakeknya Nabi Muhammad. Sehingga saat ini, dari “ilmu persumuran” maka sumur Zam-zam termasuk kategori sumur gali (Dug Water Well).
Dimensi dan Profil Sumur Zam-zam
Bentuk sumur Zam-zam dapat dilihat dibawah ini.

Bentuk sumur Zam-zam
Sumur ini memiliki kedalaman sekitar 30.5 meter. Hingga kedalaman 13.5 meter teratas menembus lapisan alluvium Wadi Ibrahim. Lapisan ini merupakan lapisan pasir yang sangat berpori. Lapisan ini berisi batupasir hasil transportasi dari lain tempat. Mungkin saja dahulu ada lembah yang dialiri sungai yang saat ini sudah kering. Atau dapat pula merupakan dataran rendah hasil runtuhan atau penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi topografinya.
Mata air zamzam
Dibawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m) lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat lulus air inilah yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur Zam-zam.

Mata air zamzam
Kedalaman 17 meter kebawah selanjutnya, sumur ini menembus lapisan batuan keras yang berupa batuan beku Diorit. Batuan beku jenis ini (Diorit) memang agak jarang dijumpai di Indonesia atau di Jawa, tetapi sangat banyak dijumpai di Jazirah Arab.
Pada bagian atas batuan ini dijumpai rekahan-rekahan yang juga memiliki kandungan air. Dulu ada yang menduga retakan ini menuju laut Merah. Tetapi tidak ada (barangkali saja saya belum menemukan) laporan geologi yang menunjukkan hal itu.
Dari uji pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11 - 18.5 liter/detik, hingga permenit dapat mencapai 660 liter/menit atau 40 000 liter per jam. Celah-celah atau rekahan ini salah satu yang mengeluarkan air cukup banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang kearah hajar Aswad dengan panjang 75 cm denga ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil kearah Shaffa dan Marwa.
Keterangan geometris lainnya, celah sumur dibawah tempat Thawaf 1.56 m, kedalaman total dari bibir sumur 30 m, kedalaman air dari bibir sumur = 4 m, kedalaman mata air 13 m, Dari mata air sampai dasar sumur 17 m, dan diameter sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66 meter.
Air hujan sebagai sumber berkah

Air hujan sebagai sumber berkah
Kota Makkah terletak di lembah, menurut SGS (Saudi Geological Survey) luas cekungan yang mensuplai sebagai daerah tangkapan ini seluas 60 Km2 saja, tentunya tidak terlampau luas sebagai sebuah cekungan penadah hujan. Sumber air Sumur Zam-zam terutama dari air hujan yang turun di daerah sekitar Makkah.
Sumur ini secara hydrologi hanyalah sumur biasa sehingga sangat memerlukan perawatan. Perawatan sumur ini termasuk menjaga kualitas higienis air dan lingkungan sumur serta menjaga pasokan air supaya mampu memenuhi kebutuhan para jamaah **** di Makkah. Pembukaan lahan untuk pemukiman di seputar Makkah sangat ditata rapi untuk menghindari berkurangnya kapasitas sumur ini.

lokasi sumur Zamzam
Gambar diatas ini memperlihatkan lokasi sumur Zamzam yang terletak ditengah lembah yang memanjang. Masjidil haram berada di bagian tengah diantara perbukitan-perbukitan disekitarnya. Luas area tangkapan yang hanya 60 Km persegi ini tentunya cukup kecil untuk menangkap air hujan yang sangat langka terjadi di Makkah, sehingga memerlukan pengawasan dan pemeliharaan yang sangat khusus.
Sumur Zamzam ini, sekali lagi dalam pandangan (ilmiah) hidrogeologi , hanyalah seperti sumur gali biasa. Tidak terlalu istimewa dibanding sumur-sumur gali lainnya. Namun karena sumur ini bermakna religi, maka perlu dijaga. Banyak yang menaruh harapan pada air sumur ini karena sumur ini dipercaya membawa berkah. Ada yang menyatakan sumur ini juga bisa kering kalau tidak dijaga. Bahkan kalau kita tahu kisahnya sumur ini diketemukan kembali oleh Abdul Muthalib (kakeknya Nabi Muhammad SAW) setelah hilang terkubur 4000 tahun (?).
Dahulu diatas sumur ini terdapat sebuah bangunan dengan luas 8.3 m x 10.7 m = 88.8 m2. Antara tahun 1381-1388 H bangunan ini ditiadakan untuk memperluas tempat thawaf. Sehingga tempat untuk meminum air zamzam dipindahkan ke ruang bawah tanah. Dibawah tanah ini disediakan tempat minum air zam-zam dengan sejumlah 350 kran air (220 kran untuk laki-laki dan 130 kran untuk perempuan), ruang masuk laki perempuan-pun dipisahkan.

Monitoring dan pemeliharaan sumur Zamzam
Saat ini bangunan diatas sumur Zam-Zam yang terlihat gambar diatas itu sudah tidak ada lagi, bahkan tempat masuk ke ruang bawah tanah inipun sudah ditutup. Sehingga ruang untuk melakukan ibadah Thawaf menjadi lebih luas. Tetapi kalau anda jeli pas Thawaf masih dapat kita lihat ada tanda dimana sumur itu berada. Sumur itu terletak kira-kira 20 meter sebelah timur dari Ka’bah.
Monitoring dan pemeliharaan sumur Zamzam
Jumlah jamaah ke Makkah tiga puluh tahun lalu hanya 400 000 pertahun (ditahun 1970-an), terus meningkat menjadi lebih dari sejuta jamaah pertahun di tahun 1990-an, Dan saat ini sudah lebih dari 2.2 juta. Tentunya diperlukan pemeliharaan sumur ini yang merupakan salah satu keajaiban dan daya tarik tersendiri bagi jamaah haji.
Pemerintah Saudi tentunya tidak dapat diam pasrah saja membiarkan sumur ini dipelihara oleh Allah melalui proses alamiah. Namun pemerintah Arab Saudi yang sudah moderen saat ini secara ilmiah dan saintifik membentuk sebuah badan khusus yang mengurusi sumur Zamzam ini. Sepertinya memang Arab Saudi juga bukan sekedar percaya saja dengan menyerahkan ke Allah sebagai penjaga, namun justru sangat meyakini manusialah yang harus memelihara berkah sumur ini.

Sistem Pompa
Pada tahun 1971 dilakukan penelitian (riset) hidrologi oleh seorang ahli hidrologi dari Pakistan bernama Tariq Hussain and Moin Uddin Ahmed. Hal ini dipicu oleh pernyataan seorang doktor di Mesir yang menyatakan air Zamzam tercemar air limbah dan berbahaya untuk dikonsumsi.
Tariq Hussain (termasuk saya dari sisi hidrogeologi) juga meragukan spekulasi adanya rekahan panjang yang menghubungkan laut merah dengan Sumur Zam-zam, karena Makkah terletak 75 Kilometer dari pinggir pantai.
Menyangkut dugaan doktor mesir ini, tentusaja hasilnya menyangkal pernyataan seorang doktor dari Mesir tersebut, tetapi ada hal yang lebih penting menurut saya yaitu penelitian Tariq Hussain ini justru akhirnya memacu pemerintah Arab Saudi untuk memperhatikan Sumur Zamzam secara moderen.
Saat ini banyak sekali gedung-gedung baru yang dibangun disekitar Masjidil Haram, juga banyak sekali terowongan dibangun disekitar Makkah, sehingga saat ini pembangunannya harus benar-benar dikontrol ketat karena akan mempengaruhi kondisi hidrogeologi setempat.
Badan Riset sumur Zamzam yang berada dibawah SGS (Saudi Geological Survey) bertugas untuk:
- Memonitor dan memelihara untuk menjaga jangan sampai sumur ini kering.
- Menjaga urban disekitar Wadi Ibrahim karena mempengaruhi pengisian air.
- Mengatur aliran air dari daerah tangkapan air (recharge area).
- Memelihara pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitas melalui bangunan kontrol.
- Meng-upgrade pompa dan dan tangki-tangki penadah.
- Mengoptimasi supplai dan distribusi airZam-zam
Perkembangan perawatan sumur Zamzam.
Dahulu kala, zamzam diambil dengan gayung atau timba, namun kemudian dibangunlah pompa air pada tahun 1373 H/1953 M. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air, dan diantaranya juga ke kran-kran yang ada di sekitar sumur zamzam.
Uji pompa (pumping test) telah dilakukan pada sumur ini, pada pemompaan 8000 liters/detik selama lebih dari 24 jam memperlihatkan permukaan air sumur dari 3.23 meters dibawah permukaan menjadi 12.72 meters dan kemudian hingga 13.39 meters.
Setelah itu pemompaan dihentikan permukaan air ini kembali ke 3.9 meters dibawah permukaan sumur hanya dalam waktu 11 minut setelah pompa dihentikan. Sehingga dipercaya dengan mudah bahwa akifer yang mensuplai air ini berasal dari beberapa celah (rekahan) pada perbukitan disekitar Makkah.
Banyak hal yang sudah dikerjakan pemerintah Saudi untuk memelihara Sumur ini antara lain dengan membentuk badan khusus pada tahun 1415 H (1994). dan saat ini telah membangun saluran untuk menyalurkan air Zam-zam ke tangki penampungan yang berkapasitas 15.000 m3, bersambung dengan tangki lain di bagian atas Masjidil Haram guna melayani para pejalan kaki dan musafir. Selain itu air Zam-zam juga diangkut ke tempat-tempat lain menggunakan truk tangki diantaranya ke Masjidil Nabawi di Madinah Al-Munawarrah.
Saat ini sumur ini dilengkapi juga dengan pompa listrik yang tertanam dibawah (electric submersible pump). Kita hanya dapat melihat foto-fotonya saja seperti diatas. Disebelah kanan ini adalah drum hidrograf, alat perekaman perekaman ketinggian muka air sumur Zamzam (Old style drum hydrograph used for recording levels in the Zamzam Well).
Kandungan mineral
Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zamzam in memang unik mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg perliter. Biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Elemen-elemen kimiawi yang terkandng dalam air Zamzam dapa dikelompokkan menjadi :
Yang pertama, positive ions seperti misal sodium (250 mg per litre), calcium (200 mg per litre), potassium (20 mg per litre), dan magnesium (50 mg per litre).
Kedua, negative ions misalnya sulphur (372 mg per litre), bicarbonates (366 mg per litre), nitrat (273 mg per litre), phosphat (0.25 mg per litre) and ammonia (6 mg per litre).
Molekul air zam zam
Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi inilah yang menjadikan rasa dari air Zamzam sangat khas dan dipercaya dapat memberikan khasiat khusus. Air yang sudah siap saji yang bertebaran disekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah merupakan air yang sudah diproses sehingga sangat aman dan segar diminum, ada yang sudah didinginkan dan ada yang sejuk (hangat). Namun konon prosesnya higienisasi ini tidak menggunakan proses kimiawi untuk menghindari perubahan rasa dan kandungan air ini.
sumber : apakabardunia.com

Sampai hari ini, korban tewas pembantaian warga Muslim di Jalur Gaza hampir mencapai 1000 orang. Sedang korban luka hampir 4000 orang.
Meski semua orang menangis dan mengecam, Zionis-Israel, dengan dukungan Amerika tak bertindak apa-apa. Janganlah berharap Amerika memberi sanksi. Bahkan sekedar mengecam saja, tak akan dilakukan.
Bandingkanlah, andai kata yang melakukan ini adalah kaum Muslim. Mungkin, semua pesawat tempur dan pasukan Amerika sudah langsung menyerbu. Lihat kasus invasi Iraq dan Afghanistan.
Pengabaian dunia terhadap pembantaian massal (genosida) yang secara terang-terangan ini adalah sebuah pemandangan paling memuakkan dan memalukan. Bahkan,Shlomo Ben Ami, mantan Menlu Israel dalam artikel di Jakarta Post (entah apa maksud koran ini yang justru memberi fasilitas suara penjajah ketika itu)justru seolah melegalkan aksi-aksi pembantaian dan pembunuhan massal yang dilakuan Israel tersebut.
Pertanyaannya, mengapa semua ini terjadi? Mengapa Amerika dan dunia Barat yang selama ini paling sering menjadikan HAM dan demokrasi tiba-tiba menelan ludah mereka sendiri ketika Israel melawan nilai-nilai HAM dan demokrasi? Mengapa ini bisa terjadi? Mengapa di zaman terbuka –dimana masyarakat—senantiasa berharap menghargai pandangan dan nilai-nilai kemanusiaan, justru ada kaum bernama Yahudi-Israel paling sering melanggarnya?
Sebelum menjawab itu, ada baiknya kita memahami dulu karakter bangsa Yahudi Israel). Mengapa bangsa yang kecil ini tiba-tiba begitu beringas dan sering tidak mematuhi kesepakatan dan nilai-nilai bersama. Secara umum, sejarahnya amat panjang. Hampir semua catatan sejarah –terutama— Al-Kitab dan Al-Quran menjelaskan perjalannya dengan rinci dan detil.
Kita ketahui dari firman Allah swt,”Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israel dalam Kitab itu: Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali, dan pasti kamu akan meyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” [QS. al-Isra': 4]
Kerusakan pertama telah terjadi dan Yahudi pun dikutuk hingga tak memiliki tanah air sampai akhirnya mencaplok bumi suci Palestina sebagai bagian dari skenario langit untuk membasmi bangsa itu secara keseluruhan akibat kesombongan mereka.
Hal itu telah diisyaratkan dalam firman-Nya,”Dan Kami berfirman sesudah itu kepada bani Israil: Tinggallah di muka bumi, maka apabila datang janji terakhir niscaya Kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur baur”. [QS. al–Isra': 104]
Kebiadaban Israel yang Cuma berjumlah 7 jutaan jiwa itu memang menjadi pertanda akan segera berakhirnya zaman ini. Bayangkan, jumlah umat Islam se dunia 1,5 milyaran, namun tak sanggup menghentikan kebrutalan Israel di Palestina.
Bahkan kita melihat dengan mata kepala sendiri lewat televisi bagaimana Israel dengan pongahnya memborbardir Gaza, seolah kita membiarkan Israel membantai muslim Palestina. Tak berkutik sedikit pun, kecuali demo dan bantuan kemanusiaan.
Padahal yang dibutuhkan adalah bahasa besi sebagaimana bahasa itu digunakan Israel menjajah Palestina. Bukan bahasa diplomasi lagi. Bahasa itu sudah usang.Suka atau tidak, peperangan total melawan Israel akan terjadi sebagai episode akhir zaman.
“Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi. Mereka akan diperangi kaum Muslimin, sehingga orang-orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Maka berkatalah batu dan pohon tersebut: Wahai orang Islam, wahai hamba Allah, ini ada orang Yahudi bersembunyi di belakangku, kemarilah, bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad, karena pohon itu adalah pohon Yahudi”. (HR.Bukhori- Muslim)
Fakta Kebiadaban Yahudi
Mari kita buktikan kebiadaban Yahudi sepanjang sejarah kemanusiaan yang diketahui dan terdokumentasi secara akurat, seperti dalam Al-Quran, hadits, manuskrip ,maupun catatan sejarah dunia. Kejahatan yahudi dimulai sejak 12 keturunan Nabi Ya’kub dari sejumlah istri mencelakai Yusuf.
Ke-12 anak Ya’kub as adalah Ru’bin, Syam’un, Yusakir, Zabulun, Dan, Nafqali, Jamid, `Askir, Yusuf, Benyamin, Yahuda, dan Lawi. Kemudian ke-12 keturunan tersebut berkembang menjadi 12 suku sampai hari ini. Makar jahat mereka yang pertama terjadi pada zaman Nabi Ya’qub as. Mereka berkeinginan menyingkirkan saudaranya sendiri, Yusuf as yang berakhlaq mulia supaya mereka lebih dicintai bapaknya. (QS.Yusuf: 7-18)
Kejahatan paling mengerikan adalah kegemaran mereka membunuh para Nabi dan Rasul. Mereka telah membunuh Nabi Yahya as secara kejam yaitu memenggal lehernya dan kepalanya diletakkan di nampan emas. Nabi Zakaria as juga dibunuh secara keji, yaitu dengan digergaji tubuhnya. Kedua pembunuhan ini terjadi pada masa pemerintahan raja Herodes. Mereka juga gemar membunuh orang-orang sholeh lainnya.
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi tanpa alasan yang benar, dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka dengan siksa yang pedih”. [QS. Ali Imran: 21]
Nabi Isa as. pun tidak luput dari rencana busuk mereka untuk membunuhnya, akan tetapi Allah SWT menyelamatkannya.
“Dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih Isa ibnu Maryam Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh dan salib itu ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan Isa) benar-benar dalam keraguan tentang (yang dibunuh) itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu Isa”. [QS. An-Nisa': 157]
Kejahatan raja Zu Nuwas adalah seorang raja Yahudi Najran di Yaman yang sangat fanatik, tidak ingin ada agama lain di daerah kekuasaannya. Alkisah ada sekelompok pengikut Nabi Isa as yang setia (Nasrani), ketahuan oleh mata-mata kerajaan. Lalu mereka dipaksa murtad dan masuk Yahudi, siapa tidak mau akan dibakar hidup-hidup.
Raja Zu Nuwas memerintahkan pasukannya untuk menggali parit dan menyiapkan kayu dan bahan bakar, yang akan digunakan untuk membakar umat Nasrani pengikut Nabi Isa as yang setia dan tidak mau murtad.
Kejadian ini dikisahkan di dalam Al-Qur’an, “Binasalah orang-orang yang membuat parit, yang berapi dinyalakan dengan kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang beriman.Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu, melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah SWT Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”. [QS. al-Buruj: 4 – 8].
Di Romawi pada masa kaisar Markus Urulius, seorang rabbi Yahudi berhasil menghasutnya untuk memusuhi agama Nasrani dan pemeluknya. Akhirnya dibuatlah keputusan untuk membunuh semua prajurit yang beragama Nasrani.
Hasutan rabbi Yahudi tersebut dilanjutkan dengan menakut-nakuti kaisar, bahwa orang-orang Nasrani mengidap penyakit menular yang membahayakan rakyat. Oleh karena itu kaisar mengeluarkan perintah untuk membunuh semua penduduk Roma yang beragama Nasrani.
Puncak kejahatan Yahudi pada episode pertama terjadi pada masa Rasulullah saw di Madinah. Sebagaimana diketahui bahwa Nabi saw sebagai penguasa Madinah melakukan perjanjian damai kepada tiga suku Yahudi, yakni Bani Nadhir, Bani Qainuqa, dan Bani Quraizhah.
Akhirnya ketiganya diusir dari Madinah karena melakukan pengkhianatan sebagaimana sudah menjadi kebiasaan mereka mengkhianati semua perjanjian dengan manusia sampai hari ini. Kejahatan mereka direkam dalam sejarah Islam.
Yahudi Bani Qainuqa’ adalah Yahudi pertama yang mengingkari janjinya dengan Rasulullah, pemicunya adalah diganggunya wanita muslimah yang datang ke pasar mereka. Ia duduk di depan salah seorang pengrajin perhiasaan, mereka merayunya agar membuka cadar yang dipakainya namun ia menolak.
Lalu si pengrajin menarik ujung baju si wanita dan mengikatkannya ke punggung wanita tadi, ketika berdiri terbukalah auratnya, lalu mereka menertawakannya. Sang wanita pun berteriak minta tolong. Seorang lelaki muslim mendengar lalu menerjang si pengrajin dan membunuhnya.
Melihat kejadian itu orang-orang Yahudi mengerumuninya, dan beramai-ramai membunuh lelaki muslim tersebut. Mendengar berita kematian lelaki itu, maka keluarganya yang muslim menuntut pertanggungjawaban orang-orang Yahudi.
Maka Rasulullah datang bersama para sahabat mengepung mereka selama 15 malam. Atas perintah beliau mereka diberi hukuman untuk meninggalkan Madinah. Yahudi Bani Nadhir melakukan pengkhianatan yang kedua. Suatu saat Rasulullah pergi ke perkampungan Yahudi bani Nadhir untuk meminta bantuan mereka atas diyat (denda) dua orang muslim yang terbunuh dari Bani Amir, yang melakukan pembunuhan adalah Amr bin Umayyah Ad-Dhimari.
Permintaan itu diajukan karena sudah adanya ikatan perjanjian persahabatan antara Rasulullah dengan mereka. Ketika beliau datang mengutarakan maksud kedatangannya, mereka berkata: “Baik wahai Abu Qasim! kami akan membantumu dengan apa yang engkau inginkan.”
Pada saat Rasulullah duduk bersandar di dinding rumah mereka, kemudian mereka saling berbisik, kata mereka: “Kalian tidak pernah mendapati lelaki itu dalam keadaan seperti sekarang ini, ini kesempatan buat kita. Karena itu hendaklah salah seorang dari kita naik ke atas rumah dan menjatuhkan batu karang ke arahnya”, dan untuk tugas ini diserahkan kepada Amr bin Jahsy bin
Ka’ab.
Lantas ia naik ke atas rumah guna melaksanakan rencana pembunuhan ini, tetapi Allah melindungi Rasul-Nya dari makar orang-orang Yahudi tersebut dengan mengirimkan berita lewat Malaikat Jibril tentang rencana jahat itu. Kemudian Rasulullah bergegas pulang ke Madinah, dan memberitahukan kepada para sahabatnya tentang usaha makar tersebut.
Beliau memerintahkan para sahabatnya untuk bersiap-siap pergi memerangi mereka. Ketika orang Yahudi Bani Nadhir mengetahui kedatangan pasukan Rasulullah, mereka cepat pergi berlindung di balik benteng. Pasukan Islam mengepung perkampungan mereka selama 6 malam, beliau memerintahkan untuk menebang pohon kurma mereka dan membakarnya.
Kemudian Allah memasukkan rasa gentar dan takut di hati mereka, sehingga mereka memohon izin kepada Rasulullah untuk keluar dari Madinah dan mengampuni nyawa mereka.
Mereka juga meminta izin untuk membawa harta seberat yang mampu dipikul unta-unta mereka kecuali persenjataan, dan Rasulullah pun mengizinkannya. “Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran kali yang pertama.
Kami tiada menyangka bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari siksaan Allah, maka Allah mendatangkan kepada mereka hukuman dari arah yang mereka tidak sangka.
Dan Allah menancapkan ketakutan di dalam hati mereka, dan memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang beriman. Maka ambillah kejadian itu untuk menjadi pelajaran wahai orang yang mempunyai pandangan”.[QS.al-Hasyr:2]
Yahudi Bani Quraizhah melakukan pengkhianatan yang ketiga, Yahudi Bani Nadhir yang telah terusir karena kesalahan mereka sendiri terus mendendam. Bersama Yahudi Quraizhah memilih beberapa tokohnya yaitu Salam bin Abi Haqiq, Hayyi bin Akhthab dan Kinanah bin Abi Haqiq pergi bersama menghasut orang-orang Quraisy, Ghathafan dan beberapa suku musyrik besar lainnya.
Mereka berkonspirasi untuk membentuk pasukan Koalisi (al-Ahzab), antara pasukan musyrik dan pasukan Yahudi. Akhirnya terbentuklah pasukan Koalisi (al-Ahzab); Suku Quraisy di bawah pimpinan Abu Sufyan ibnu Harb, suku Gathafan di bawah pimpinan Uyainah ibnu Hushn, suku bani Murrah di bawah pimpinan Harits ibnu Auf dan suku-suku yang lain, sementara pasukan Yahudi bani Quraizhah akan menusuk dari belakang.
Peperangan Al-Ahzab itu betul-betul mambuat khawatir dan sesak dada kaum muslimin yang terkepung, apalagi tingkah golongan munafiqin yang membuat goyah pasukan Islam. Berkat kesabaran kaum muslimin, maka Allah SWT mengirim pasukan Malaikat dengan mendatangkan serangan berupa angin taufan dan guntur yang memporak-porandakan pasukan koalisi (Al-Ahzab).
Mereka kocar-kacir, dan pulang ke tempat masing-masing dengan membawa kekalahan. Tinggallah Yahudi Bani Quraizhah, lalu Rasulullah mengumumkan kepada pasukan Islam: Bagi mereka yang mau mendengar dan taat agar jangan shalat ashar kecuali di wilayah perkampungan Bani Quraizhah. Kaum muslimin langsung bergerak menuju perkampungan Yahudi Bani Quraizah, dan mengepung mereka selama 25 malam.
Orang-orang Yahudi tersebut benar-benar dicekam rasa ketakutan, lalu memohon kepada Rasulullah agar memberikan izin kepada mereka untuk keluar, sebagaimana yang beliau lakukan kepada Yahudi Bani Nadhir. Beliau menolak permohonan mereka, kecuali mereka keluar dan taat pada keputusan beliau.
Kemudian Rasululah menyerahkan keputusan atas mereka kepada Sa’ad ibnu Mu’adz pemimpin suku Aus. Keputusan telah ditetapkan yaitu: laki-laki dewasanya dieksekusi, harta dirampas, anak-anak dan wanita menjadi tawanan. Hukuman terhadap pengkhianatan Bani Quraizhah lebih berat dari pada Bani Qainuqa’ dan Bani Nadzir, karena dampak dari pengkhianatan mereka hampir saja merontokkan moral kaum muslimin dan membahayakan nyawa mereka semua.
“Hai orang-orang yang beriman ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan. Yaitu ketika datang (musuh) dari atas dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatanmu dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan, dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka disitulah diuji orang-orang mukmin, dan digoncangkan hatinya dengan goncangan yang sangat”. (QS. al-Ahzab: 9-11)
Ajal Israel
Sejak Israel terlunta-lunta di seluruh penjuru dunia tanpa memiliki tanah air, maka janji Allah kedua akan segera terrealisir, karena di manapun mereka berada selalu membuat keonaran, sebagaimana digambarkan dalam firman-Nya,”Setiap kali mereka menyalakan api untuk peperangan, Allah memadamkannya, dan mereka di muka bumi selalu membuat kerusakan, dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.” (QS. al-Maidah:12)
Akhirnya mereka pun memicu perang dunia I dan II, bahkan yang terakhir nanti (PD III) melalui berbagai rekayasa adu domba. Mereka pun menunggangi Inggris untuk memenangkan peperangan. Akhirnya mereka meminta balas jasa atas bantuan mereka pada PD I melalui Perdana Menteri Inggris Balfaur dengan mencetuskan Deklarasi Balfaur pada 2 November 1917 untuk menyediakan tanah bagi Yahudi di Palestina.
Kemudian setelah Yahudi berhasil meruntuhkan kekhilafahan Turki Utsmani melalui anteknya, Mustafa Kemal Pasha, pada 13 Maret 1924, maka pada 14 Mei 1948 Yahudi berhasil menduduki tanah Palestina dan diproklamirkan berdirinya Negara Israel oleh David Ben Gurion. Jumlah warga Yahudi di Yerusalem pada waktu itu 649.932 jiwa, namun per 24 September 2008 jumlah mereka mencapai 7.337.000 jiwa.
Dalam berbagai referensi, tercatat ada beberapa tujuan berdirinya Negara Israel di bumi Palestina adalah:
- Menciptakan faktor disintegrasi di wilayah sekitarnya, baik geologis, politis maupun sosial.
- Menyebarluaskan kerusakan dan kekacauan dengan menggunakan berbagai alasan, sekalipun tidak masuk akal dan bahkan merupakan rekayasa mereka sendiri.
- Tidak memberi peluang sedikit pun bagi berdirinya pemerintahan yang ditegakkan atas dasar syariat Islam dan terwujudnya persatuan Arab, baik sebagian maupun keseluruhan.
- Menciptakan pusat-pusat imperialisme di dunia Arab, dan pada saat yang sama merealisasikan kepentingan- kepentingan Zionisme Internasional yang hakiki, sebagai pijakan untuk menyebarkan kekacauan di seluruh dunia.
- Mengupayakan agar raja yang akan datang bagi Zionis dan bangsa Yahudi adalah benar-benar al-Masih (sebutan ini mungkin sebagai tipuan untuk Nasrani agar bisa diajak koalisi untuk menghancurkan umat Islam).
- Membasmi pemikiran kekhalifaan Islam dan terus menggoyahkan keyakinan-keyakinan kaum muslim tentang bakal munculnya al-Mahdi as. yang akan mengembalikan kejayaan masa kenabian dan Khulafaur Rasyidin, yang disertai berbagai variasi program guna menghubungkan hal yang mendukung revitalisasi pemikiran itu.
- Bila berhasil membasmi pemikiran tersebut, maka mereka segera akan menang terhadap umat Islam. Umat Islam akan tetap dalam kejumudan lamanya, sehingga mereka tidak mempunyai persiapan sama sekali dalam menyambut kedatangan al-Mahdi as.
- Di samping itu mereka berusaha menimbulkan kesesatan-kesesatan guna menyebarluaskan kekacauan, sehingga para pemimpin dan penguasa muslim menjadi kehilangan harapan tentang pemikiran akan datangnya al-Mahdi as. Hasil yang akan diambil adalah: kalau para pemimpinnya saja sudah seperti itu, bagaimana lagi dengan orang awamnya.
Namun mereka tidak sadar, bahwa berkumpulnya mereka di Palestina dalam keadaan bercampur aduk (lafiifa) setelah sebelumnya terdiaspora di seluruh penjuru dunia, adalah akan segera berlaku janji Allah swt yang terakhir untuk membinasakan mereka tanpa tersisa sedikit pun. Bahkan Raja mereka,Dajjal si “Mata Satu” pun akan dibunuh oleh Nabi Isa as.
Berakhirnya riwayat bangsa Yahudi atau Bani Israel juga banyak dinubuatkan di dalam al-Kitab. Diantaranya; Pertama, Israel seperti Pohon Anggur. Hosea 10: 1, “Israel adalah pohon anggur yang riap tumbuhnya, yang menghasilkan buah. Makin banyak buahnya, makin banyak dibuatnya mezbah-mezbah. Makin baik tanahnya, makin baik dibuatnya tugu-tugu berhala”.
Kedua, Inggris induk dari berdirinya Negara Israel. Yehezkil 19: 10-14, “Ibumu seperti pohon anggur dalam kebun anggur, yang tertanam dekat air, berbuah dan bercabang karena air yang berlimpah-limpah. Padanya tumbuh suatu cabang yang kuat yang menjadi tongkat kerajaan, ia menjulang tinggi di antara cabang-cabangnya yang rapat dan menjadi kentara karena tingginya dan karena rantingnya yang banyak.
Tetapi ia tercabut di dalam kemarahan dan dilemparkan ke bumi;angin timur membuatnya layu kering, buahnya disentakkan, cabang yang kuat menjadi layu kering, dan api menghabiskannya dan sekarang ia tertanam di padang gurun, di tanah yang kering dan haus akan air.
Maka keluarlah api dari cabangnya yang memakan habis ranting dan buahnya sehingga tiada lagi padanya cabang yang kuat dan tiada tongkat kerajaan. Ini adalah ratapan dan sudah menjadi ratapan”.
Ketiga, Kehancuran para pendukung Yahudi. Yesaya 63: 1-6, “Siapa dia yang datang dari Edom, yang datang dari Bozra dengan baju yang merah, dia yang bersemarak dengan pakaiannya, yang melangkah dengan kekuatannya yang besar?
Akulah yang menjanjikan keadilan dan yang berkuasa untuk menyelamatkan: Mengapakah pakaianmu semerah itu dan bajumu seperti baju pengirik buah-buah anggur? Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku
Aku telah mengirik bangsa-bangsa dalam murka-Ku, dan Aku telah menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku; semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku, dan seluruh pakaian-Ku telah cemar, sebab hari pembalasan telah Kurencanakan, dan tahun penuntutan bela telah datang.
Aku melayangkan pandangan-Ku: tidak ada yang menolong. Aku tertegun, tidak ada yang membantu, lalu tangan-Ku memberi Aku pertolongan, dan kehangatan amarah-Ku, itulah yang membantu Aku. Aku menginjak-injak bangsa-bangsa dalam murka-Ku. Menghancurkan mereka dalam kehangatan amarah-Ku, dan membuat semburan darah mereka mengalir ke tanah”
Keempat, Amerika akan hancur. Yesaya 4: 3-7, “Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam? Maka sekarang Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu.
Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak. Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh (tanaman) putri malu dan rumput.
Aku akan memerintahkan awan-awan supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya. Sebab kebun anggur Tuhan semesta alam ialah bangsa Israel dan orang Yahudi, ialah tanaman-tanaman kegemarannya. Dinantinya keadilan, tetapi hanya ada kezaliman, dinantinya kebenaran tetapi hanya ada keonaran”.
Ikhtitam
Kita memang sangat prihatin dengan kondisi Gaza seperti sekarang ini. Namun keadaan mereka nampaknya sudah ditakdirkan seperti itu. Bahkan keberadaan para pemuda yang berani berperang melawa Israel pun telah dinubuatkan oleh Nabi saw sampai akhir zaman.
“Akan ada sekelompok orang di antara umatku yang senantiasa membela kebenaran, akan mengalahkan musuh-musuh mereka. Orang-orang yang menyelisihinya tidak akan membahayakannya melainkan hanya menimpakan cobaan hingga datangnya ketentuan Allah, dan mereka tetap dalam keadaan seperti itu. Mereka (para shahabat)bertanya; Wahai Rasulullah, di manakah mereka? Rasulullah menjawab; Di Baitul maqdis, dan di sekitar Baitul Maqdis.” (HR. Ahmad)
Meski demikian, kita tak bisa diam, menunggu –apalagi—berpangku tangan, menunggu datangnya Imam Mahdi. Dengan berdoa, tenaga, pikiran, kita harus berjuang untuk membela umat Islam di Palestina dan Gaza.
Luas wilayah Palestina hasil perjanjian Sysks-Picot adalah 27.027 km2.
Yang diduduki Israel th 1948= 20.770 km2 (77%).
Sisa tanah Palestina (23%) juga diduduki Israel th 1967 yakni Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem (6257 km2).
Kini wilayah Palestina tinggal 3.128,5 km2 (11,5%) yang terdiri dari dua wilayah,
yakni Gaza (lk.400km2) dihuni sekitar 1,5 juta jiwa dan sisanya di Tepi Barat yang terpisah dengan Gaza, sehingga kedua wilayah tersebut bagaikan penjara raksasa.
Sekitar 4,5 juta warga Palestina menjadi pengungsi di sejumlah Negara Arab lainnya.
Secara perhitungan fisik, nampaknya sulit bagi Hamas dan para pejuang lainnya memenangkan pertempuran melawan Israel, namun mereka tidak akan dikalahkan.
Mereka memiliki daya tahan tempur yang tercatat dalam sejarah Islam. Mereka akan segera dibantu Imam Mahdi untuk menghancurkan Israel dalam waktu dekat ini, insya Allah.
Menutup tulisan ini, sebaiknya kita berdoa di hadapan Allah.”Ya Allah, tolonglah saudara kami muslim Palestina. Hancurkanlah Israel dan sekutunya.
Segerakan Imam Mahdi turun membantu perjuangan membebaskan al-Aqsho dari cengkeraman Yahudi laknatullah. Ya Allah, aku malu, karena aku hanya bisa menulis dan berdemo.
Wahai akhi fillah, beritahu aku, kapankah kau akan marah? Jika milik kita yang suci dihina, dan tempat kita dihancurkan, dan kau tidak menjadi marah?
Jika sifat ksatria kita dibunuh, dan kehormatan kita diinjak-injak, dan dunia kita berakhir,dan kau tidak menjadi marah? Jadi beritahu aku, kapankah kau akan marah?
Jika sumberdaya kita dirampas, dan institusi kita diruntuhkan, dan masjid-masjid kita dihancurkan, dan masjid al-Aqsa dan al-Quds kita tetap dirampas,
dan kau tidak menjadi marah? Jadi beritahu aku, kapankah kau akan marah?
Musuhku, atau musuhmu, menghina kehormatan, darahku dijadikan mainan oleh dia, dan kau jadi penonton permainan. Jika untuk Allah, untuk suatu yang suci, untuk Islam kau tidak marah, Jadi beritahu aku, kapankah kau akan marah?
Aku melihat kengerian, Aku melihat darah mengucur. Wanita-wanita tua mengiringi anak-anak menjemput maut mereka. Aku telah melihat segala macam bentuk penindasan. Dan kau tidak menjadi marah. Jadi beritahu aku, kapankah kau akan marah?
Dan kau duduk seperti boneka bisu, perutmu memenuhi kantor. Kau habiskan malam banggakan angka-angka, dengan uang, curahkan dirimu kepada berkas-berkasnya. Aku melihat kematian di atas kepala-kepala kami. Dan kau tidak menjadi marah.
Jadi terus terang saja padaku, jangan malu-malu: kamu ada di Ummat yang mana? Jika kau juga derita, apa yang kami derita, tidak menjadikan kamu ingin membalas, maka tidak usah repot.
Karena kamu bukanlah kami, maupun bagian dari kami, bahkan kamu bukan bagian dari dunia manusia. Jadi hiduplah sebagai kelinci, dan matilah sebagai kelinci.
sumber : apakabardunia.com

Koaliasi Anti Utang (KAU) menilai pasangan capres-cawapres SBY-Boediono merupakan paket dari ”Poros Washington” yang berhaluan Neoliberal. Sedangkan partai-partai pendukung yang masuk dalam dukungan koaliasi ini dinilai sebagai kelompok oportunis. KAU khawatir jika pasangan ini terpilih, maka ekonomi Indonesia akan semakin didikte pihak Amerika Serikat (AS) beserta negara-negara sekutunya.
”Boediono adalah murid IMF dan Bank Dunia. Tidak ada yang bisa diharapkan dari pasangan ini kecuali Indonesia akan semakin diintervensi lembaga internasional asing dan semakin dalam terjerumus utang,” ujar Dani Setiawan, Koordinator KAU, dalam pesan pendeknya kepada Republika, di Jakarta, Jumat malam (15/5).
KAU lantas mengingatkan kepada masyarakat supaya mengingat memori peran Boediono yang sejak tahun 1998 hingga tahun 2009 merupakan salah satu arsitek ekonomi kelompok neoliberal.
”Kelompok ini selalu menfasilitasi praktek penjajahan gaya baru di Indonesia. Publik harus mewaspadai, jangan sampai ekonomi negeri ini dijerat lebih kuat oleh mazhab neoliberal yang semakin menjerumuskan ekonomi Indonesia, yakni jeratan utang” tutur Dani, mengingatkan.
Laporan KAU menyebutkan, sejak tahun 2004 sampai dengan tahun 2008, pembayaran bunga dan cicilan pokok utang luar negeri menunjukkan tren yang meningkat. Sejak awal masa pemerintahan presiden SBY di tahun 2005 sampai dengan September 2008 total pembayaran bunga dan cicilan pokok pinjaman luar negeri sebesar Rp277 triliun.
Sedangkan total penarikan pinjaman luar negeri baru dari tahun 2005 sampai dengan September 2008 sebesar Rp101,9 triliun.
Outstanding Utang luar negeri Indonesia sejak tahun 2004 – 2009 juga terus meningkat dari Rp1275 triliun menjadi Rp1667 triliun (sumber: www.dmo.or.id). Ditambah dengan peningkatan secara signifikan total utang dalam negeri dari Rp662 triliun (2004) menjadi Rp920 triliun (2009).
”Artinya Pemerintah “berhasil” membawa Indonesia kembali menjadi negara pengutang dengan kenaikan 392 triliun dalam kurun waktu kurang 5 tahun. Atau peningkatan utang negara selama pemerintah SBY naik rata-rata 80 triliun per tahun. Angka penambahan jumlah utang rata-rata ini mengalahkan utang di era Soeharto yakni 1500 triliun dalam jangka 32 tahun,” katanya.
sumber :
hizbut-tahrir
CANBERRA - Lama tersembunyi di aliran sungai, dua spesies baru katak yang ukuran tubuhnya masing-masing sepanjang 2 cm akhirnya tersingkap juga. Para ilmuwan Australia menemukannya di dataran tinggi Mitchell daerah Kimberly, Australia Barat.
"Meski telah berhasil mendeskripsikan kedua spesies baru ini, kami masih belum tahu banyak mengenai perilaku dan kebiasaannya," ujar Paul Doughty, herpetolog atau pakar reptil dan amfibi dari Museum Australia Barat dalam pernyataannya April lalu.
Salah satunya berbentuk bulat pendek seperti kodok. Tubuhnya juga kasar dengan kulit berbintil-bintil. Namun, ternyata secara taksonomi spesies yang belum bernama tersebut masuk dalam kelompok katak.
Katak ini telah lama ditemukan pertam kali namun tak lagi tetdeteksi selama puluhan tahun. Pencarian secara intensif baru dilakukan setelah para ilmuwan mendengar suara berbeda saat melakukan ekspedisi di kawasan tersebut.
Spesies kedua juga unik dengan bagian memanjang pada jari-jarinya. Tak diketahui pasti apa fungsinya di alam. Katak yang warna kulit punggungnya terdapat semu merah dan biru dengan titik-titik putih itu bahkan cocok dengan gambar-gambar kodok yang ditemukan dalam lukisan Aborigin, suku asli di Australia.
"Bagi saya mereka adalah teman baru yang masih harus dikenali lebih dalam," ujar Doughty.
sumber : kompas

Saudaraku, Islam ternyata sangat peduli dengan
dinamika dan
semangat beraktivitas di awal waktu. Setiap hari selalu diawali dengan datangnya waktu pagi. Waktu pagi merupakan waktu istimewa. Ia selalu diasosiasikan sebagai simbol
kegairahan, kesegaran dan
semangat. Barangsiapa merasakan udara pagi niscaya dia akan mengatakan bahwa itulah saat paling segar alias
fresh sepanjang hari. Pagi sering dikaitkan dengan
harapan dan
optimisme. Pagi sering dikaitkan dengan keberhasilan dan sukses. Sehingga dalam peradaban barat-pun dikenal suatu pepatah berbunyi:
”The early bird catches the worm.” (Burung yang terbang di pagi harilah yang bakal berhasil menangkap cacing). Dalam sebuah hadits ternyata Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam juga memberi perhatian kepada waktu pagi. Sehingga di dalam hadits tersebut beliau mendoakan agar ummat Islam peduli dan mengoptimalkan waktu spesial dan berharga ini.

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam berdoa: “Ya Allah, berkahilah ummatku di pagi hari.” Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam biasa mengirim sariyyah atau pasukan perang di awal pagi dan Sakhru merupakan seorang pedagang, ia biasa mengantar kafilah dagangnya di awal pagi sehingga ia sejahtera dan hartanya bertambah.” (HR Abu Dawud 2239)
Melalui doa di atas Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam ingin melihat umatnya menjadi kumpulan manusia yang gemar beraktifitas di awal waktu. Dan hanya mereka yang sungguh-sungguh mengharapkan keberhasilan dan keberkahan-lah yang bakal sanggup berpagi-pagi dalam kesibukan beraktifitas. Oleh karenanya, saudaraku, janganlah kita kecewakan Nabi kita. Janganlah kita jadikan doa beliau tidak terwujud. Marilah kita menjadi ummat yang pandai bersyukur dengan adanya waktu pagi. Marilah kita me-manage jadwal kehidupan kita sehingga di waktu pagi kita senantiasa dilimpahkan berkah karena kita didapati Allah dalam keadaan ber’amal.
Janganlah kita menjadi seperti sebagian orang di muka bumi yang membiarkan waktu pagi berlalu begitu saja dengan aktifitas tidak produktif, seperti tidur misalnya. Biasanya mereka yang mengisi waktu pagi dengan tidur menjadi fihak yang sering kalah dan merugi. Bagaimana tidak kalah dan merugi? Pagi merupakan waktu yang paling segar dan penuh gairah... Bila di saat paling baik saja seseorang sudah tidak produktif, bagaimana ia bisa diharapkan akan sukses beraktifitas di waktu-waktu lainnya yang kualitasnya tidak lebih baik dari waktu pagi hari...???
Maka, di antara kiat-kiat agar insyaAllah kita selalu memperoleh keberkahan di pagi hari adalah:
Pertama, jangan biasakan begadang di malam hari. Usahakanlah agar setiap malam kita bersegera tidur malam. Idealnya kita jangan tidur malam melebihi jam sepuluh malam. Kalaupun banyak tugas, maka pastikan mulai tidur jangan lebih lambat dari jam sebelas. Kalaupun tugas sedemikian bertumpuknya, maka pastikan bahwa pukul duabelas tengah malam merupakan batas akhir kita masih bangun.
Kedua, pastikan bahwa sedapat mungkin kita bisa bangun di tengah malam sebelum azan Subuh untuk mengerjakan sholat tahajjud dan witir. Idealnya kita selalu berusaha untuk sholat malam sebagaimana Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, yaitu sebanyak delapan rakaat tahajjud dan tiga rakaat witir. Namun jika tidak tercapai, maka kurangilah jumlah rakaatnya sesuai kesanggupan fisik dan ruhani sehingga minimal dua rakaat tahjjud dan satu rakaat witir. Tapi ingat, ini hanya dikerjakan bila kita terpaksa karena tidur terlalu larut malam mendekati jam duabelas malam. Yang jelas, usahakanlah setiap malam agar kita selalu bisa melaksanakan sholat malam (tahjjud plus witir). Karena Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjamin bahwa orang yang menyempatkan diri untuk bangun malam dan sholat malam, maka ia bakal memperoleh semangat dan kesegaran di pagi harinya. Dan sebaliknya, barangsiapa yang tidak menyempatkan diri untuk bangun dan sholat malam, maka di pagi hari ia bakal memiliki perasaan buruk dan malas.

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Syetan akan mengikat tengkuk salah seorang di antara kamu apabila ia tidur dengan tiga ikatan. Syetan men-stempel setiap simpul ikatan atas kalian dengan mengucapkan: Bagimu malam yang panjang maka tidurlah. Apabila ia bangun dan berdzikir kepada Allah ta’aala maka terbukalah satu ikatan. Apabila ia wudhu, terbuka pula satu ikatan. Apabila ia sholat, terbukalah satu ikatan. Maka, di pagi hari ia penuh semangat dan segar. Jika tidak, niscaya di pagi hari perasaannya buruk dan malas.” (HR Bukhary 4/310)
Ketiga, pastikan diri tidak kesiangan sholat subuh. Dan khusus bagi kaum pria usahakanlah untuk sholat subuh berjamaah di masjid. Sebab sholat subuh berjamaah di masjid merupakan sarana untuk membersihkan hati dari penyakit kemunafikan.

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi kaum munafik adalah sholat isya dan subuh (berjamaah di masjid). Andai mereka tahu apa manfaat di dalam keduanya niscaya mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak-rangkak. (HR Muslim 2/123)

”Dan sungguh dahulu pada masa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tiada seorang tertinggal dari sholat berjama’ah kecuali orang-orang munafiq yang terang kemunafiqannya.” (HR Muslim 3/387)
Keempat, janganlah tidur sesudah sholat subuh. Segeralah isi waktu dengan sebaik-baiknya. Entah itu dengan bersegera membaca wirid atau ma’tsurat pagi atau apapun kegiatan bermanfaat lainnya. Barangkali bisa membaca buku, berolah-raga atau menulis buku atau bahkan berdagang sebagaimana kebiasaan sahabat Sakhru bin Wada’ah. Orang yang tidur di waktu pagi berarti menyengaja dirinya tidak menjadi bagian dari umat Islam yang didoakan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memperoleh berkah Allah di pagi hari. Ia menyia-nyiakan kesempatan berharga. Pagi merupakan saat paling berkualitas sepanjang hari. Alangkah naifnya orang yang sengaja membiarkan waktu pagi berlalu begitu saja tanpa aktifitas bermanfaat dan produktif. Tak heran bila Nabi shollallahu ’alaih wa sallam justru memobilisasi pasukan perangnya untuk berjihad fi sabilillah senantiasa di awal hari yakni di waktu pagi sehingga fihak musuh terkejut dan tidak siap menghadapinya.
Ya Allah, berkahilah kami di pagi hari selalu. Ya Allah, kami berlindung kepada Engkau dari kemalasan dan ketidakberdayaan dalam hidup kami, terutama di waktu pagi hari.
sumber : eramuslim.com